41

1006 Kata

“Soal kepergian Selena, jangan pernah lo nyalahin diri lo soal itu.” Antara membuang napas sesaat. “Gue nggak memaksa, tapi gue memohon sama lo. Karena semuanya bukan salah lo.” Detik itu juga pandangan Rasa terangkat. Membalas tatapan Antara dengan sorot mata sendu untuk pertama kalinya. “Kak Antara bisa bicara seperti itu karena Kak Antara nggak tahu apa yang terjadi sebenarnya.” “Gue emang nggak tahu, tapi gue percaya sama lo. Dan gue sama Raga sepakat akan batu lo memecahkan semuanya.” Rasa menceritakan semua. Tidak detil, namun tersampaikan dengan jelas dengan gaya bahasanya yang singkat. Mulai dari pertama kali adanya penemuan mayat bunuh diri di kos-kosan itu, lalu buku harian Fanya yang tidak sengaja ia dapati dari kamarnya, sampai yang terakhir tentang Selena yang mendapat tero

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN