32

919 Kata

Selepas menyelesaikan tugas, Rasa langsung mematikan laptop dan melipatnya. Merapikan buku-buku yang berserakan di atas meja belajarnya satu persatu, membuat sebuah permen yang semula tidak kelihatan karena tertindih-tindih menjadi kelihatan kembali. Permen milkita rasa melon yang bungkusnya dominan berwarna hijau. “Sejak kapan lo suka permen milkita?” Ah! Rasanya ia ingin sekali mengubur diri hidup-hidup, tiap kali pertanyaan itu terngiang lagi dan lagi di telinganya. Kesal. Malu juga. Ketika cowok Milkita itu menangkap basah dirinya yang baru saja membeli permen kesukaannya tiga rasa sekaligus. Tapi bagus saja Rasa segera beralasan tadi. Karena kalau tidak, bisa besar kepala Antara itu, dengan berpikir gadis yang disukainya juga menyukai permen kesukaannya. “Hush!” Rasa menggeleng ce

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN