“Aku disini untuk menenangkan diri. Aku takut bilamana hal buruk terjadi, hidupku disini juga tidak membawa ketenangan” Ungkap gadis itu nyaris tanpa suara. In-Hyuk mengedipkan matanya perlahan sambil mengamati betul bahasa tubuh Ryn. Meskipun tak memahami keseluruhan isi hatinya, In-Hyuk merasakan ada yang tak beres. Dan semua itu ditutup rapat oleh Ryn. Tangan In-Hyuk lantas menyentuh ujung jaket vintage khaki yang menutup tangannya. Ryn tertegun dan mengikuti arahnya. “Jangan khawatir. Aku tidak akan membuatmu ketakutan” Ungkap In-Hyuk menatap lurus bola mata hitam Ryn. “Mianhae” Ucap In-Hyuk lagi dengan suara serak. Kedua pasang mata itu saling bersitatap. Kerlingan mata In-Hyuk memancarkan sbeuah ketulusan. Ryn tertegun. Hati

