Pria bermata tajam itu masuk ke dalam kamar anggota termuda Dongki Global House dan meletakkan satu buku tentang islam yang dipinjamnya ke atas meja belajar. Sempat mengedarkan pandangan ke setiap sudut kamar pria Pakistan yang super rapi itu, lalu segera keluar. Ia tak mau terlalu lama di ruangan pribadi orang lain. “Hamd---” Ia menghentikan panggilan saat hanya menemukan kehampaan di kamarnya yang tak terkunci “Kemana dia?”. Setelah menutup pintu kamar Hamdan, tiba-tiba ponselnya berdenting. In-Hyuk meraih ponsel di saku. Matanya mencelang saat mendapatkan sebuah notifikasi dari i********:. @Aireenhvz sedang melakukan siaran langsung. “Siaran langsung? Dia tidak di kamar?” In-Hyuk menerka bahwa sepanjang beberapa waktu, tak ada kebisingan dari kamar s

