“Maasyaa Allah!” Mata Ryn berbinar saat langkahnya terpaku di sebuah atap kafe yang bertepatan langsung dengan pantai. Gadis itu menerawang ke segala sudut. Lantas berdiri di pinggir railing balkon yang langsung disambut semilir angin bersama deburan ombak yang saling beradu mesra. Bersahutan. Mengisi setiap celah dunia yang sepi. In-Hyuk yang semula berada di belakang Ryn, ikut mengayunkan langkah. Rambut barunya itu turut diterpa angin. Sesekali matanya menyipit saat kakinya sudah sejajar dengan milik gadis itu di pinggir railing. Sejauh mata memandang, biru laut itu menyejukkan mata. benar-benar cerah dan indah sekali. Kafe ini terletak di kawasan Haeundae dengan desain interior cat dinding bagian dalam berwarna neon ungu dan berbagai lampu cantik. Bisa menikmati pemandangan laut sec

