“Tada!”. Baru saja masuk ke dalam mobil, Ryn dibuat terkejut oleh kehebohan In-Hyuk dan... dan satu paper bag berwarna kuning-hitam khas brand Fendi yang membuat gadis itu berspekulasi tinggi. “Ambil!”. “Untukku?”. “Uhmm.. jika bukan untukmu, untuk apa aku memintamu mengambilnya?” In-Hyuk tampak menahan kesal. Lantas Ryn segera meraih paper bag tersebut dengan tangan gemetar. Perlahan-lahan, lalu mengambil sebuah box dan membukanya. Mata gadis berbalut hijab itu seketika membelalak. Mulutnya terkunci rapat dan tak mampu berkata apa-apa saat melihat isi dari kotak tersebut. In-Hyuk tampak bersemangat “Oteohke? Kau suka?”. Ryn hanya bisa menatap tas branded yang diberikan pria itu secara cu

