Ryn menutup pintu mobil bagian depan dengan pelan. Bola matanya berputar malas seraya mengenakan sabuk pengaman. Sementara In-hyuk terus saja menahan senyum, sampai lesung di ujung bibirnya itu tampak semakin dalam. Pria pemilik mata sipit dan tajam itu segera mengemudikan mobil pabrikan Eropa itu. keluar dari lingkungan Desa Gamcheon sambil menggoda Ryn “Woah! Sebenarnya apa yang merasukimu? Katanya kau sedang sibuk dan tak bisa meluangkan waktu karena deadline yang sudah menunggu. Lalu ini apa?”. “Jangan salah paham! Aku juga ingin membalas kebaikanmu menerimaku sebagai anggota Dongki Global House dan juga setiap kebaikan lainnya” Ryn bersandar di punggung jok sambil melipat kedua tangan ke depan d**a “Pokoknya hanya untuk hari ini! Besok jangan coba

