Ryn menopang dagu dengan kedua tangan yang bertumpu di atas meja makan bersama wajah murungnya. Pipi gadis itu tampak menggembung. Tatapannya malas. “Setiap haripun aku bisa membelinya dan aku sudah sering memakannya!” Ryn memperotes kesal saat In-Hyuk mengambil ramyeon di mangkuk kecilnya. “Ya! Kau bilang kita harus bersyukur dengan hal-hal kecil sekalipun!” pekik In-Hyuk sambil meletakkan ramyeon milik Ryn di hadapannya dan melakukan hal serupa untuk mangkuknya sendiri. Mengambil mi instan Korea dari panci besar yang diletakkan di atas meja makan. “Tapi...”Ryn menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal “Seharusnya kau mentraktirku seafood!” Pekik Ryn. “Cepat di makan sebelum minya membengkak” Titah pria itu santai sambil mn

