Ryn membuka pintu balkon kamarnya. Aroma pagi menembus peluh indera pernapasan. Kicau burung camar masih menggelitik telinga. Cahaya lembut dari mentari pagi bagai penggugah semangat di awal hari. Gadis berbalutkan hoodie over size. Mengaitkan tali di sekitar tudungnya satu sama lain agar kuat sebagai pengganti kerudung. Juga celana tidur yang ukurannya jumbo pula. Itu membuatnya tampak sangat menggemaskan. Seperti anak kecil yang tenggelam dalam balutan pakaian sang ayah. Mata Ryn mengedarkan pandangannya ke segala arah. Itulah ritual barunya sejak ia tinggal di Dongki Global House. Sebab, ia tak menyangka bisa berkesempatan untuk tinggal di salah satu desa yang sangat ikonik. Cuaca yang selalu bagus tak seperti dulu saat dirinya tinggal di Seoul. Lag

