“Besok kayanya paketan udah datang, deh. Kamu siapin konten video untuk endorsment di youtube, ya”. “Uhmm” Ryn mengangguk. Tangan kanannya sibuk mencatat, sementara tangan kirinya memegang ponsel di telinga. Suasana kamarnya tampak terang dan sepi, karena Lily masih di perpustakaan pada malam itu. “Ya udah itu aja. Sama buat i********: endorsment juga, ya. Barangnya udah dikirim pagi tadi”. “Vest sama hijab kan, Mbak?” Tanya Ryn memastikan pada management-nya di Indonesia. “Iya, geulis”. “Oke.. itu aja?”. “Uhmm.. besok aku telepon kamu lagi buat persiapan seminar online”. “Okey, Makasih ya, Mbak Desi”. Setelah diakhiri dengan salam, panggilan segera terputus. Ryn meletakkan ponsel ke atas meja. Lalu segera menuliskan jadwal terbarunya di sebuah papan kecil yang ia tempelkan

