Paginya Zanna cukup terkejut dengan layar laptop yang masih menyala dan memperlihatkan wajah Arga yang masih terlelap. “Saya tidak menyangka, kalau bapak benar-benar menemani saya tidur sampai jam ini.” “Kamu jangan asal bicara, saya tidak ___” “Iyalah, iya. Saya percaya dengan apa yang bapak Arga katakan. Sekarang apa saya bisa mematikan sambungan telepon ini? Karena saya mau mandi.” “Kalau tidak dimatikan boleh tidak? Suoaya saya bisa ___” Bip! Sambungan langsung mati, Zanna merasa marah dan jengkel dengan apa yang Arga katakan. Sedangkan Arga sang penggoda, malah tertawa karena dia merasa ada sesuatu yang berbeda di pagi hari ini. Dia merasa bersemangat dengan apa yang akan terjadi nanti di kantor. Pagi ini dia sudah ingin menggenggam tangan lembut dan sedikit kasar di ujungnya

