Dia menggeleng tanda memaklumi apa yang tengah Arga rasakan. “Sepertinya wanita itu cukup penting, ya. Makanya Anda begitu kawatir karena dia belum juga datang.” Arga hanya tersenyum mendengar apa yang dikatakan si wanita tanpa mau bicara lagi dia pergi untuk mencari wanitanya yang entah mengapa belum juga muncul, padahal tadi Noni sudah bilang kalau Zanna akan datang dengan baju yang dia pilihkan. Tapi yang memakai baju itu bukanlah Zanna, wanitanya melainkan orang lain yang memang postur tubuhnya mirip Zanna. “Halo , Bos!” “Kamu sudah bertemu dengan Zanna, mengapa dia belum datang juga? Apa Noni membohongi saya?” “Tidak , Bos. Noni tidak berbohong karena sepertinya mereka memang sudah datang, pasalnya ayahnya pun sudah ada di pesta. Begitu juga dengan temannya Riska. Tapi tuan, ada h

