41

1580 Kata

“Apa! Jangan kaget, kita masih normal seperti biasa saja. Dan ingat, aku ingin marah karena kamu membohongi aku. Harusnya kamu jujur saja, jangan malah bohong-bohongan seperti itu, dan untuk saat ini, aku tidak akan marah, karena kamu sudah mau berkata jujur itu hal yang begitu baik. Yaaa, walaupun itu tidak berguna karena aku sudah tahu siapa sebenarnya dirimu. Jadi untuk saat ini tidak apalah, karena aku sebenarnya sudah tahu sejak lama.” Ucap Riska membuat Zanna langsung menatap orang yang baru saja datang. “Ayah tidak bisa apa-apa karena dia terus mendesak ayah.” Ruta menatap keduanya sambil tersenyum, membuat Zanna cemberut kesal. "Om Ruta tidak salah, kamu tidak usah memasang wajah seperti itu, karena itu sungguh menyebalkan! Harusnya aku yang marah di sini." Zanna langsung memel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN