Tom menatap khawatir pada pintu yang tertutup itu, di sana Mega sedang mempertaruhkan hidupnya untuk bayi yang ada dalam kandungannya. Ditemani oleh seorang pelayan yang dekat dengannya, Tom menunggu di luar seorang diri. Sekarang sudah hampir dini hari, rumah sakit di lantai VVIP ini memang sepi. Bahkan, Tom diizinkan menempati kamar yang kosong karena dia menyewa satu lantai ini. Tapi, dia memilih duduk dan menunggu di sana. Sampai sebuah suara di lorong menarik perhatiannya, Tom terkejut melihat seorang pengasuh dan anak yang tidak asing di pangkuannya. "Ara?" "Maaf, Tuan. Nona Ara menangis mencari anda," ucap sang pengasuh. "Kakek….," Ucap Ara yang langsung berhambur ke pelukan sang Kakek begitu dia diturunkan oleh pengasuh. "Gak bisa tidur. Mama sakit?" "Adik bayinya mau keluar

