Bulan demi bulan dilewati, dan Mega hanya bisa mengandalkan Pak Aldi tentang kesehatan Radit. Kehamilan Mega juga sudah memasuki bulan ke sembilan. Hanya menghitung hari kelahiran. Dan seperti biasa, Mega selalu menulis di buku harian. Tentang bagaimana kesehariannya, apa saja yang dia lewati hari ini dalam sebuah buku diary. Dia berharap Radit akan segera pulang dan segera membacanya. Mega tau, dia tidak bisa mengandalkan Pak Aldi untuk selamanya. "Mama?!" Panggil Ara yang mana membuat Mega menghentikan aktivitas menulisnya. Dia menoleh dan mendapati sang putri yang sudah ada di ambang pintu dengan tampilan yang sudah cantik. "Kita jadi makan malam di rumah Kakek bukan? Kata Kakek gak boleh lama lama di apartemen, takut Mama lahiran di sini gak ada orang." Mega mengangguk, Ara yang s

