bc

Main Hati dengan Sepupu

book_age18+
4
IKUTI
1K
BACA
family
HE
drama
sweet
bxg
campus
city
highschool
childhood crush
like
intro-logo
Uraian

Jatuh hati yang serba salah itu ialah ketika menyukai sepupu sendiri. Sudah berusaha menolak, denial sampai sakit hati, ujung-ujungnya kembali ke dia lagi.

***

Motor mulai melaju meninggalkan halaman rumah. "Kenapa Lo senyum-senyum?" tanya Fahri sambil melirik Aul dari kaca spion.

"Hmm? Anu... tadikan kita makan satu sendok. Sama nggak si dengan ciuman?" katanya malu-maluin. Dasar bocah.

chap-preview
Pratinjau gratis
1. Sepupu Cerewet
"Riii, hape Lo!" Dika menggoyang-goyangkan ponsel yang layarnya terus berkedip pada sang sahabat yang asyik melayani foto bersama gadis-gadis muda yang memujanya. Fahri barusan menang balap, jadi tak heran jika dia menjelma jadi artis dadakan. Fahri berdecak melihat kontak yang tertera di layar. "Bunyi terus dari tadi. Mau gue matiin nggak tega sama Aul," jelas Dika. Iya, yang meneror Fahri sejak tadi dialah Eleanora Aulia, sepupu cerewet paling menyebalkan dan pengganggu nomor satu versi Fahri. FYI, Aul ini anak emas di keluarga mereka. Cucu perempuan satu-satunya kesayangan nenek Ane, ponakan perempuan tercinta satu-satunya mama Rita dan ayah Gibran - orang tua Fahri, anak perempuan manja dan satu-satunya Om Gilang dan tante Inge. Adik sepupu perempuan terkasih Bang Fahmi - kakak kandung Fahri. Dan Fahri tidak suka dengan semua itu. "BANG AIIII!" Suara melengking Aul langsung terdengar begitu Fahri menerima panggilan. Remaja itu sampai menjauhkan ponselnya untuk melindungi gendang telinganya yang bisa saja meledak karena teriakan Aul. "BERISIK!" teriak Fahri balik. "Pulang nggak Lo Bang! Gue aduin tante Rita Lo balapan lagi, biar motor Lo di sita sekalian nggak di kasih jajan!" yang diseberang malah mengancam. Fahri geram sampai ubun-ubun, "Dasar cepu! Gue sumpahin gigi Lo tonggos!" Aul justru senyum semakin lebar, "Nggak mungkin Bang, nih gigi gue udah di pager!" sahutnya sengaja memperlihatkan deretan giginya yang di pasang kawat gigi berwarna pink. Dika yang menguping obrolan teman dan sepupunya itu tak kuasa menahan tawa. Anjirlah, seorang Fahri yang raja jalanan kalah debat kusir sama bocah SMP, sepupunya sendiri. "Pulang sekarang Bang! Kalau nggak Bang Fahmi bakal ngamuk. Bentar lagi mau berangkat lamaran ke rumah Kak Sarah." Bola mata Fahri hampir melompat mengingat hari penting Kakak laki-lakinya. Oh sial, sudah jam tujuh malam, tinggal setengah jam lagi jika tidak ingin dimusuhi satu keluarganya dia sudah harus sampai di rumah. "Ya udah, gue cabut sekarang," katanya bersiap balik rumah. "Bye dedek gemesh," sempat-sempatnya Dika ikut menyahut dengan tawa jahilnya. "Pacarin lah Ri si Aul! Bukan sepupu kandung Lo juga kan? Sayang banget cewek spek boneka Barbie gitu dianggurin." "Oh s**t!" Fahri yang awalnya sudah berbalik, buru-buru mengecek layar ponselnya. Untungnya sudah mati, artinya Aul tidak mendengar omongan ngaur Dika tadi. 'Bugh' Melayanglah satu bogem Fahri di kepala Dika, "Ati-ati Lo ngomong, kalau didengar Aul bisa mati gue digantung sama Om Gilang!" "Halah, gitu doang. Halal kali kalo Lo sama Aul punya hubungan spesial. Nggak ada ikatan darah ini," bukannya sadar si kutu kupret semakin menjadi. "Heh, denger ya, pasang telinga Lo baik-baik! Masalahnya Gue NGGAK SUKA sama Aul! Mau dia saudara Gue atau bukan, dia bukan tipe gue!" sanggah Fahri nyolot. "Lagian, mulut Lo lemes bener. Udah Gue bilang itu rahasia keluarga. Aul sendiri nggak tau kalau dia anak adopsi om Gilang sama tante Inge. Lo jangan ngomong ngasal, bisa hancur keluarga Gue, d***o!" Fahri jadi sangat menyesal pernah bercerita tentang status asli Aul dengan Dika, si mulut ember. Pasalnya Fahri waktu itu sangat dongkol dengan kelakuan Aul yang "katanya" tidak sengaja mematahkan leher gundam kesayangannya, padahal dia sudah susah payah menyisihkan uang jajan berbulan-bulan untuk mainan mahal itu. Dan sialnya ulah jahil Aul, malah dibela oleh kedua orang tuanya. Katanya, "Mengalah saja lah Ri sama adik sendiri. Maklum dia belum pernah melihat mainan begitu. Nabung lagi sana kamu, biar bisa beli baru!" Fahri dongkol setengah mampus, jadilah Fahri mengadukan keluh kesahnya pada Dika termasuk tentang Aul yang bukan keluarga asli mereka. Tapi di lubuk hatinya yang terdalam, Fahri juga tidak akan rela jika Aul sampai bersedih mendengar fakta yang berpotensi membuat gadis itu sakit. "Iye iye sori!" Dika mencebik sambil mengusap kepalanya yang lumayan puyeng habis di tampol. "Kalau Lo nggak mau, boleh dong Gue yang maju. Adek Lo bening bener Ri!" cengengesan Dika setelahnya. Kembali Fahri mengangkat tangan, tapi Dika buru-buru menghindar, kabur. "Katanya nggak suka, posesif bener jadi abang!" gerutunya. Tak lagi menanggapi, Fahri bergegas pulang. Waktunya semakin mepet. Baru Fahri akan menyalakan motornya, tiba-tiba saja gadis cantik incaran Fahri di sekolahnya datang menghampiri. "Hadeh, alamat digantung Bang Fahmi beneran ini mah," batin Fahri. Desi, gadis cantik berambut panjang dengan body goals yang membuat kaum adam mampu berdecak kagum, duduk di boncengan belakang motor Fahri, tangannya melingkari perut si pemuda tanpa ragu. "Jadi jalan kan, Ri?" Fahri mengusap wajahnya serba salah. Wajah kesal Bang Fahmi dan ancaman sita motor kesayangan dari mulut orang tuanya semakin berisik di kepala. Namun di satu sisi, ada gadis cantik yang sudah memeluknya mesra, pasrah mau diajak jalan kemana saja menghabiskan malam. Fahri senyum kikuk. "Ehh, malam ini nggak dulu ya Des," pelan Fahri mulai membujuk. Jarinya mengelus lembut tangan Desi yang masih melingkarinya. "Gue ada acara keluarga." Desi mendengus kesal. Melepas pelukan dan turun dari boncengan. "Lo tuh sebenernya serius suka sama Gue nggak sih, Ri?!" Tuh kan, si Desi mulai ngamuk. Alamat lepas lagi buruan Fahri. "Tapi sekarang Gue beneran nggak bisa. Abang Gue..." Belum selesai penjelasan Fahri sudah dipotong. "Alah, nggak usah banyak alasan! Dasar cowok jahat! b******k! Kalau suka Gue, mana effort Lo, Fahri!" katanya sambil berbalik pergi. Hish, buruan sudah ditangan, lepas begitu saja. Terpaksa bujuk rayu dari awal lagi. Tapi masa bodoh, motor kesayangan Fahri sedang dipertaruhkan sekarang.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Pacar Pura-pura Bu Dokter

read
3.1K
bc

(Bukan) Istri Simpanan

read
51.4K
bc

Kusangka Sopir, Rupanya CEO

read
35.8K
bc

Jodohku Dosen Galak

read
31.1K
bc

Takdir Tak Bisa Dipilih

read
10.3K
bc

Desahan Sang Biduan

read
54.2K
bc

Silakan Menikah Lagi, Mas!

read
13.5K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook