Private Area (3)

689 Kata
“ Kita mau kemana ?” tanya Naya ketika menyadari mobil yang dikemudian Narend memasuki gerbang salah satu perumahan yang lokasinya cukup strategis. Mau tidak mau mengagumi penataan yang memperlihatkan jalan umum yang lebar dan rindang, deretan rumah yang tertata rapi dengan pagar tanaman setinggi d**a orang dewasa memberikan privacy tanpa kesan tertutup. “ Suka lingkungannya ?” Naya mengangguk ,” Salah satu proyek kakak ?” Narend hanya tersenyum lalu memasukkan mobil ke halaman rumah di salah satu blok yang tidak terlalu banyak terisi, hanya enam rumah menghadap dinding dengan tanaman rambat yang terpangkas rapi ,”Ayo masuk.” Naya turun ,” Ini rumah kakak ? Eh … itu seperti di kantor kakak.” “ Aku sudah bilang akan membuatkan semacam itu dirumah.” “ Hah ?” Naya menatap bingung. “ Sudahlah … suka ?” Gadis itu mengangguk, segera menuju sudut dengan bata ekspose dan atap miring yang ditempatkan dengan baik di ujung halaman dan dinding tinggi ,” Ini rencananya kolam ikan ?” “ Terserah kamu, mau dikasih ikan atau tanaman.” “ Kok aku ?” Naya mengusap tengkuknya yang merinding melihat tatapan mata Narend menggelap. “ Ayo masuk.” Narend memilih membalikkan tubuh dan membuka pintu depan. Naya mengikutinya, menarik nafas panjang saat memasuki rumah yang bergaya sederhana tanpa banyak sekat ruangan. “ Suka ?” Naya tidak bisa menolak untuk mengangguk ,” Suka ....” “ Aku mendirikan bangunannya, menjadikannya rumah adalah bagianmu.” Naya menghentikan langkahnya menuju dapur terbuka, berbalik menatap Narend yang bersandar di dinding dengan tangan terbenam di saku celana ,” Maksudnya ?” Narend mendekat, mengangkat Naya dan mendudukkannya di meja lebar ,” Harus dikatakan sejelas apa ?” diletakkannya tangan dikedua sisi tubuh Naya, menatap dalam gadis yang terlihat panik ,” Tidakkah kamu menyadari kemana hubungan kita diarahkan ?” “ Kak ….. aku ….” digigitnya bibir ,” hubungan kita …?” “ Tidak harus sekarang, sayang … tapi aku dengan usiaku sudah pasti harus jelas mengarah kesana.” “ Kemana ?” “ Menjadikamu istriku … dan ibu anak anakku.” Naya tersedak dan cegukan tanpa henti. Narend meraih gelas di lemari dan mengisinya dengan air ,” Minumlah.” diusapnya punggung Naya lembut sampai cegukan itu berangsur menghilang setelah itu dibantunya Naya turun dari meja dan membawanya ke sofa di depan televisi. Naya duduk dengan punggung tegak, tangannya memegang gelas erat erat. “ Gelas itu bisa pecah kalau kamu terus pegang seencang itu.” “ Oh …. “ diletakkannya gelas di atas meja, menunduk menatap jemarinya yang saing bertaut gelisah dipangkuannya. “ Maaf …. kaget dengan ucapanku ?” “ Hmmm …" “ Sama sekali tidak menduganya ? Tidak terbayang bahkan dengan kedua sahabatmu yang juga secara gamblang mengatakan ini ?” “ Aku …. aku gak tahu. Pacaran aja gak pernah.”Narend tidak bisa menyembunyikan senyumnya ,” Kita pacaran sekarang.” “ Kak …..” Naya mengangkat wajahnya ,” Kenapa aku ?” GIliran Narend yang terdiam. “ Kakak pernah beberapa kali pacaran sebelum kejadian itu.” Narend masih diam “ Dan kakak bisa memilih satu dari mereka yang disekitar kakak … yang lebih dari aku.” “ Sejak kejadian itu … aku tidak pernah merasa nyaman dengan siapapun. Sampai kamu menemuiku dikampus.” “ Apa karena …" “ Karena aku mengenalmu sejak kecil ? Karena keluarga kita sudah begitu dekat ?” potong Narend ,” Awalnya aku berpikir begitu. Aku sempat menertawakan keinginan oma dan nenek untuk menyatukan kita, sampai …. aku menyadari kamu bukan gadis kecil bagiku.” “ Kapan ?” “ Entahlah …. setiap kali semakin besar keyakinanku. Dan aku sadar, aku tidak pernah senyaman ini, tidak pernah seposesif ini, tidak pernah punya rencana sejauh ini. Tanpa aku sadari disetiap rencana kehidupanku selalu menyertakan mu di dalamnya.” Naya menggigit bibirnya dengan keraguan yang jelas, seperti dituliskan tebal tebal di dahinya. “ Aku akan menunggumu siap … asal jangan berhenti mempersiapkan diri walaupun sedikit setiap hari.” diraihnya gadis yang masih kebingungan itu kedalam pelukannya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN