Dia Menjagamu Dengan Baik?

584 Kata
Koridor rumah sakit sudah lengang karena sudah hampir jam sembilan malam ketika Narend dan Naya menyusurinya, menuju ruangan tempat nenek dirawat. Narend menatap Naya ketika gadis itu berhenti didepan pintu dan menggenggam lengannya. Tanpa suara, ditepuknya tangan yang terasa dingin itu lalu menggenggamnya. Dibiarkannya Naya mengatur nafas sebelum mendorong pintu. “ Nek ….” Perempuan diatas tempat tidur itu melebarkan lengannya, tersenyum ketika cucu kesayangannya masuk kedalam pelukan ,” Sudah selesai ujianmu ?” “ Sudah.” Naya menjauhkan tubuhnya ,” Gak tanya hasilnya ?” “ Apapun itu …. nenek tahu gadis kecilku ini gak pernah mengecewakan. Kamu sudah berusaha keras untuk itu.” Naya cemberut, mengalihkan pandangan pada kakeknya. “ Gak kangen kakek nih ?” Narend tersenyum geli melihat gadis itu bersedekap, merajuk pada kakeknya. “ Ngambek ?” “ Kenapa gak ada yang bilang ama Naya ?” “ Selesaikan satu persatu. Kakek yakin setelah hari ini pulang kamu akan memaksa untuk tinggal, makanya kakek minta Narend untuk menyimpan berita ini dulu.” terkekeh melihat Naya melebarkan matanya pada Narend. “ Sudah lebih baik, nek ?” sapa Narend setelah mencium tangan Kakek, lalu mendekati ranjang dan mencium salah satu tangan keriput yang tidak ditancapi jarum infus. “ Baik, untuk kondisi nenek ini bagus.” sekilas dipandangnya Naya yang seduah berdiri memeluk lengan kakeknya erat ,” Kesulitan menjaganya, Narend ?” “ Lumayan, Nek ….namanya juga anak kecil.” “ Apaan ….” seru Naya ,” Kakak yang suka banget bikin masalah.” Narend bertukar pandang dengan nenek dan mengangkat sudut bibirnya. “ Kalian istirahatlah dirumah.” ujar nenek. “ Nggak …. Kakak aja yang pulang, aku disini.” Naya mendudukkan dirinya di atas tempat tidur kecil ,” mau tidur ama kakek.” “ Ish … gak sopan banget kan dia Nek ?” Nenek tersenyum. “ Masalah ?” cibir Naya. Narend menggeleng ,” Biasa aja.” “ Ya udah, silahkan pulang Pak …. disini gak bisa istirahat dengan baik nanti.” “ Pak … minta dijewer emang.” gerutu Narend yang hanya ditanggapi dengan senyum oleh Naya ,”Tas mu mau diturunin sekarang atau besok ?” “ Sekarang aja.” Naya berdiri. “ Tunggu disini kakak ambilin.” Narend meninggalkan ruangan. “ Narend menjagamu dengan baik, Nay ?” tanya Nenek Naya mengangkat bahu, “ Harus ya Nay dijagain ? Nay bisa jaga diri selama ini, kan ?” Perempuan itu tersenyum sedih ,” Kami akan lebih tenang kalau ada yang menjagamu, sayang.” “ Jadi … kalian …..?” “ Apa sih, Kek …" sergah Naya melihat senyum jahil kakeknya. “ Apa sih tersipu gitu ?” “ Siapa ? Nggak ….” Naya membuang muka, mencoba menyembunyikan wajahnya yang memanas. Suara pintu yang terbuka mengalihkan perhatian mereka ,” Kek, Nek … saya pulang dulu. Besok kesini lagi.” ujar Narend setelah meletakkan travel bag Naya di depan lemari kecil. “ Istirahatlah. Terima kasih sudah menemani Naya.” kata Kakek. “ Baik, saya permisi dulu.” ditatapnya Naya ,” Istirahatlah.” “ Antarkan Narend.” Kakek mendorong kepala Naya. Sambil cemberut gadis itu melangkah ke pintu ,”Salam buat opa sama oma ya, hati hati.” Narend tersenyum sambil mengangguk. Diusapnya ujung kepala Naya ,” Gak usah keluar, istirahatlah … biar mereka juga istirahat.” Naya mengangguk membiarkan lelaki itu menjauh. Tanpa sadar memegang ujung kepalanya sambil tersenyum kecil. Kakek dan Nenek berpandangan, tertawa geli ketika Naya salah tingkah dan memilih ke kamar mandi.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN