Setelah bercerita banyak dengan Nàtasa, Zehra pun merasa lega. Hatinya sedikit tenang saat ini. Tapi, kelegaan itu hanya berlangsung sebentar, karena terdengar bunyi klakson mobil sebanyak tiga kali. Zehra terkejut mendengar hal itu. Begitu juga dengan Nàtasa. Zehra langsung menggenggam tangan adik iparnya itu. "Nàt, Athan sudah kembali. Bagaimana ini?" tanya Zehra ketakutan. Sebisa mungkin, Nàtasa menenangkan Zehra. Ia mengusap punggung tangan Zehra, berharap wanita itu tidak panik. "Tenanglah. Tidak akan terjadi apa-apa." "Tapi sepertinya, Athan marah padaku, Nàt. Suara klakson mobilnya kuat sekali. Aku benar-benar takut, Nàt. Aku takut, dia akan menghukumku nanti." "Ayo, kita temui dia. Aku temani," ajak Nàtasa. Zehra pun menuruti ajakan Nàtasa. Mereka berdua sudah berada di ruang

