Saat ini, Zehra masih tertidur di ruang inap. Michaël dan Damien sudah mengurus kelengkapan administrasi rumah sakit. Michaël tidak beranj menghubungi Emir, karena pastinya akan terjadi keributan besar antara Athan dan Emir. Kini, Michaël duduk di kursi tunggu, sedangkan Damien berdiri di depan pintu ruangan sambil melihat Zehra yang tertidur di balik kaca kecil yang ada di pintu tersebut. Damien menghela napas panjang. "Untung saja, kita segera membawa Madame ke rumah sakit. Jika terlambat sedikit saja, mungkin nyawa Madame tidak akan tertolong." "Kau benar. Aku sempat takut saat merasakan denyut nadi Madame semakin melemah. Aku tidak bisa membayangkan hal buruk itu," ujar Michaël. Damien pun duduk di samping Michaël. Ia menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi. Helaan napas panjang kem

