"TIDAK!" Zehra terbangun dengan napas yang tersengal. Keringat pun mengucur di dahinya. Wanita tersebut terduduk di atas tempat tidur sambil mencengkeram ujung selimutnya. Ia memperhatikan keadaan sekitar kamar, tidak ada siapapun. Tidak ada Athan, maupun Michaël. Tidak ada bekas darah juga di lantai. Zehra memegangi kepalanya yang terasa berdenyut. "Mungkinkah itu hanya mimpi?" Zehra berusaha turun dari tempat tidur sambil berpegangan pada meja nakas. Ia berjalan perlahan menuju pintu kamar, hanya untuk memeriksa keadaan di luar. Saat pintu terbuka, dilihatnya suasana ruang tamu yang sepi. Tidak ada siapapun di sana. "Bagaimana aku bisa ada di sini? Seingatku, aku sedang diculik dan melihat peperangan antara Athan dan David. Sejak kapan aku ada di mansion? Lalu, bagaimana dengan Athan

