Keesokan paginya, Zehra benar-benar pergi ke rumah sakit bersama Michaël untuk memeriksakan kehamilannya. Zehra tampak antusias sekali saat memasuki ruangan dokter kandungan. Ia menjalani beberapa tes kehamilan di dalam, sementara Michaël menunggu di luar. Setelah selesai melakukan pemeriksaan, Zehra pun duduk di kursi yang berhadapan dengan dokter tersebut. Senyuman Zehra tak pernah luntur setelah mengetahui bahwa dirinya memang benar-benar hamil. "Bagaimana kandungan saya, Dok?" tanya Zehra. "Maaf, Madame Zehra. Saya harus mengatakan ini. Janin anda sangat lemah dan ada masalah di rahim anda, karena anda sempat menggugurkan kandungan sebelumnya." Seketika bahu Zehra melemas dan airmatanya turun membasahi pipi. "Apakah masih bisa diselamatkan, Dok? Saya ingin sekali memiliki seorang a

