“Abang jangan lama. Ayo cepat, Esha lapar. Lapar.... sangat sangat.” teriak Meysha yang sedang bersandar di kepala ranjang. Sekarang mereka berada di suite room hotel. Masih di Jakarta, entah kenapa tadi pagi Meysha sangat ingin menginap di hotel. Diajak liburan sekalian tidak mau, katanya cukup menginap di hotel terdekat saja. Meysha juga selalu menginginkan banyak hal di setiap saatnya. Hal yang aneh-aneh lagi. Dia juga tidak habisnya dengan cara mengancam jika dia melihat sedikit saja keberatanan dari Fathan. Fathan hanya bisa pasrah, demi istri tercinta apapun dia lakukan. Tadi Meysha sudah mengatur semuanya. Di suite mewah ini dia akan menghabiskan waktu beberapa hari, tapi Fathan tidak di izinkan untuk tidur bersamanya. Terserah Fathan mau tidur dimana, yang jelas tidak satu ruan

