Mobil Fathan melaju cepat melintasi gerbang saat pagar di buka, membuat satpam yang bertugas terheran-heran. Masuk ke rumah saja sudah seperti membawa mobil di arena balapan. Tidak biasanya majikannya seperti ini. Apa yang sudah terjadi? Mobil hitam itu berhenti tepat di depan teras rumah. Seat Belt dilepas, lalu Fathan bergegas keluar dan memasuki rumah dengan membawa satu kantong plastik di tangan kanannya. “Mana Esha?” tanya Fathan pada Friska yang baru turun dari anak tangga terakhir. Friska tampak kaget dengan kemunculan abangnya yang tiba-tiba dan buru-buru, “Kak Esha di atas lah abang ku....” jawab Friska dengan gerak jempolnya ke arah tingkat atas. “Bedroom or workspace?” Fathan berhenti di depan Friska dengan napas yang tidak teratur. “Kalau itu adik tidak tahu.” “Alaaa… ad

