Seolah Tidak Kenal

2867 Kata

“Terima kasih banyak boss karena sudah mau menolong saya. Saya tidak tahu bagaimana jadinya kalau seandainya boss tidak ada.” ujar Tania setalah dia keluar dari mobil Fathan. “Sama-sama. Luka kamu cukup berat, tidak apa-apa mengambil cuti dulu.” Fathan mengulurkan kantong plastik berisi obat yang dibeli di klinik tadi. “Sekali lagi terima kasih banyak, boss.” Tania menerima kantong plastik tersebut dengan senyuman lembut. Fathan mengangguk, “Kalau begitu saya permisi dulu.” “Tidak masuk dulu, boss?” tawar Tania sambil menghala jempolnya ke arah rumah kontrakannya itu. “Tidak usah. Tidak manis di lihat orang nantinya. Saya pergi, assalamu’alikum.” Fathan terus membawa diri memasuki mobil. “Wa’alaikumus salaam.” Balas Tania. Dia mengangguk sopan saat Fathan meng-klakson sebelum mobil i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN