Siapa Azam? Siapa Ahdan?

2272 Kata

Fathan menatap tuan Prin yang masih tersengih. “Hubungan mereka rumit. Tapi sebelumnya saya ingin tahu sesuatu dulu.” Ujar Ruan Prin. “Apa itu?” “Anda serius ingin tahu? bukannya apa, aku hanya sedikit berat untuk mengatakannya. Aku takut, sebagai suami, Tuan Fathan pasti terluka? Aku tahu sebenarnya Tuan Fathan pasti sudah mendengar ceritanya. Tuan menemui aku hanya untuk lebih meyakinkan saja. Aku benar bukan?” Fathan mendengus tawa, lalu mengangguk dengan senyuman yang dipaksakan. Tuan Prin menghela napas keluhan. Sorot matanya jua melihat Fathan dengan kasihan. “Come on, Tuan Fathan… sadarilah. Beginilah kehidupan dunia. Seseorang tidak lepas dari kisah kelam. Ketika mengetahuinya kita dicukupkan dengan dua pilihan. Terima dengan lapang d**a, atau dibuang layaknya sampah. Hum,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN