“Anda, Joujou cla?” tanya Fathan. Dia bangkit dari duduknya dan berdiri di depan perempuan itu. “Joujou cla? Ah, bukan.” Perempuan itu menggeleng dengan sedikit tawa. Raut wajah Fathan yang tadinya senang langsung berubah datar. Kecewa. “Lantas?” tanya Fathan pada perempuan itu lagi. “Aku tidak tahu siapa itu Joujou cla, tapi aku ingin menyampaikan pesan ini pada anda. Tadi aku berselisih dengan seorang perempuan dan memintaku untuk memberikan ini pada anda, mungkin itu Joujou cla yang anda maksud?” ujar perempuan itu sambil mengulur datu gulungan kertas. Fathan cepat mengambil gulungan itu dan dibacanya. "NOT NOW!" What? Fathan mengetab bibir penuh kesal. “Terima kasih, mbak. Boleh saya tahu, setelah menyerahkan kertas ini orang itu kemana perginya?” “Oh itu… saya lihat dia langs

