Bertaut rapat kening Ami membaca judul artikel dan aku lambe yang membicarakan tentang putranya. “Apa-apaan ini? siapa perempuan ini?” Ami men-zoom wajah perempuan tersebut, tapi tetap saja tidak jelas dan tidak di kenalinya. Yang jelas perempuan ini bukan Karin. Ami lanjut membaca artikel tersebut, tapi masih saja tidak ditemukan siapa gadis itu. Hanya berisi teka-teki saja. “Dasar, kebiasaan banget begini, selalu saja dibuat teka-teki supaya bisa menaikkan namanya.” Celoteh Ami sangat kesal. Pilihan selanjutnya, Ami membuka kolom komentar. Sibuk membaca komentar, hanya berisi spekulasi-spekulasi da nada yang mengatakan jika itu dokter Karin. Tapi Ami yakin bahwa itu bukan Karin. Ami terus membaca, sehingga dia menangkap satu komentar yang baru saja masuk. {Aku pikir gadis ini masih

