Fathan dan Meysha duduk di sofa. Meysha menaruh bag bekal di atas meja. “Abang mau makan sekarang?” tanya Meysha sambil melirik Fathan. “Iya sayang, tapi bagaimana kita makan di ruang rehat saja?” “Ruang rehat?” tanya Meysha dengan sedikit mengerutkan dahi. “Yes.” Fathan bangkit dari duduknya, lalu berjalan ke sisi kanan ruangannya. Di sana lemari buku. Satu tombol di tekan sehingga lemari itu bergerak ke samping dan memperlihatkan sebuah pintu di balik lemari tersebut. Meysha menaikkan alis melihat itu semua. Benar-benar privat. “Come.” ajak Fathan sambil mengulurkan tangannya. Meysha mengangguk dan menghampiri sang suami. “Esha baru tahu ternyata ada ruangan rahasia di ruangan abang.” ujar Meysha ketika memasuki ruangan itu. Dia juga sedikit terperangah melihat setiap penjuru ruan

