Risau

1570 Kata

Tania tengah sibuk membuat kopi di pantry. Dia ini tekad kesekian kalinya untuk bisa merebut hati Fathan Murat, tidak peduli jika bossnya itu adalah suami orang. Jika tidak dapat memiliki seutuhnya, jadi istri kedua pun dia bersedia, yang terpenting sekarang adalah mewujudkan angan dan mimpi yang sudah lama dia bina. Hatinya benar-benar sudah terpaut kuat pada Fathan Murat. Wajah Fathan selalu terbayang-bayang di pelupuk mata. Kemarin saja hatinya begitu sakit melihat Fathan bersama sang istri, tidak terbayangkan betapa lebih tersiksa hatinya jika menyaksikan itu lebih lama. Dia berjanji pada dirinya sendiri, dia rela berkorban apapun, asal Fathan menjadi miliknya. Ayu memasuki pantry sambil menguap. Dia terkejut melihat Tania yang tengah mengaduk kopi sambil tersenyum-senyum. Disaat be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN