Rencana Perjodohan

1242 Kata

Meysha meraup wajahnya kasar. Mukena masih tersarung di badannya, dia gusar karena sudah hampir 2 jam dari selesai shalat Isya tapi masih belum ada kabar dari suaminya. Fathan bilang akan menghubunginya pada malam hari, tapi mana? Meysha benar-benar gusar. Mana pesannya dari tadi siang belum ada respon sama sekali. Telepon juga tidak bisa tersambung. Baik Fathan dan Viko sama saja! siapa juga yang tidak gusar jika seperti ini. Arrghh! Ponsel di hempas di atas ranjang, lalu Meysha mondar mandir dengan penuh kegelisahan. “Please abang… jangan buat Esha seperti ini.” Drrrttt, drrrttt! Ponsel yang dicampakkan di atas ranjang tadi bergetar. Meysha cepat menghampirinya. Dia tampak lega ketika melihat nama di screen. Cepat ponsel tersebut diambil dan menjawab panggilan video tersebut. “Aban

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN