Meysha tengah merapikan diri di depan cermin. Fathan sudah 2 hari di Surabaya dan hari ini adalah hari terakhir. Meysha juga cukup lega karena sampai detik ini tidak ada hal buruk pun yang terjadi. Kegundahannya tidak bertempat, mungkin hanya mood nya saja. Hari-hari di rumah tanpa Fathan juga cukup menyenangkan. Terlebih dengan kehadiran dari anak saudara mbok Niniek membuat suasana semakin meriah. Sara namanya. Dia setahun lebih tua dari Friska. Dia cantik, cekatan dan juga memiliki selera humor yang bagus. Hijabnya sudah di pasang dengan cantik, Meysha tersenyum di depan cermin pertanda dia puas dengan penampilannya. “Okey, waktunya pergi.” tas yang sudah di siapkan di atas ranjang di ambil, setelahnya Meysha langsung melenggang keluar kamar. Meysha mendatangi kamar mertuanya untu

