Fathan membasahi wajahnya dengan air di wastafel. Diusap-usap muka bantalnya agar tidak terlalu jelas. beruntung luka di bibirnya juga tidak terlalu jelas. Semalam setalah Ami sadar, tidak lama setelahnya Ami pingsan kembali saat dia keluar dari toilet. Untung Fathan dapat menyambutnya dengan cepat. Jika tidak, pasti keadaan Ami semakin buruk karena bisa saja Ami mengalami cidera lain saat jatuh ke lantai. Dari semalam hingga pagi ini, dia setia menemani sang mama di rumah sakit. Fathan juga baru dapat tidur kembali setelah dia menunaikan shalat subuh. Itupun dia tersadar juga karena nurse datang memeriksa keadaan sang mama. Fathan juga sudah menghubungi adik perempuannya yang tengah belajar di Australia, kabarnya adiknya itu akan pulang karena kondisi sang mama memang sangat lemah dan

