Hidup Mama Tidak Lama Lagi.

1908 Kata

Semua orang langsung menoleh pada Fathan dengan heran, lalu menoleh ke arah tuju pandangan Fathan. Tapi tidak melihat sosok nama yang disebut Fathan tadi. “Esha.” Fathan langsung bangkit dari duduk dan bergegas pergi. “Fathan, kamu mau kemana?” jerit Ami, tapi Fathan tidak memperdulikannya. Fathan terus berlari ke arah dimana dia melihat sosok perempuan yang diyakini istrinya. Karin dan kedua orang tuanya saling melirik bingung. Sementara itu Ami bangkit dari duduknya dan ingin mengejar Fathan, namun seketika itu dia merasa nyeri di bagian dadanya*. “Arrgh…” Karin dengan sigab berdiri dan memegang Ami. “Ya ampun tante…” Karin membawa Ami untuk duduk kembali, “Tante tenang dulu ya. Nanti sakit tante kambuh.” Bujuk Karin. “Tapi Fathan, Karin…” kata Ami lemah dan masih berusaha bangk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN