Sakitnya Cinta Sendirian

1901 Kata

Fathan memberhentikan mobil di depan rumah. Dia keluar dari mobil dengan wajah sumbringah karena tidak sabar untuk bisa melihat istrinya. Langkah Fathan cepat saja masuk ke dalam rumah. “Mbok…” panggil Fathan setibanya di dalam sambil membawa langkah ke dapur. “Ya Tuan,” sahut Mbok Niniek sambil menoleh, kala itu dia tengah memasak. “Wanginya, Mbok masak apa?” kata Fathan sambil menghirup aroma sedap yang timbul dari tumisan bahan-bahan. “Mbok masak nasi goreng cumi hitam, Tuan. Tuan mau? Biar nanti mbok lebihkan?” Kening Fathan berkerut. Setahunya di rumah ini tidak ada yang begitu suka dengan nasi goreng cumi hitam. Kecuali satu orang yangh dia kenal. “Tumben masak itu. Untuk siapa, Mbok?” “Itu tadi Ibuk yang suruh, untuk dokter Karin kali ya, Tuan?” ujar Mbok Niniek. “Karin?” “

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN