“Tania Larisa ,” bergema ruangan divisi pemasaran itu dengan suara Mike. Semua orang kaget. Seorang perempuan dari divisi pemasaran tersebut langsung bangkit dari duduknya. “No-na, Nona Tania sedang ada tamu, Tuan Mike.” Ujar gadis tersebut takut-takut. “Oh. Nanti suruh dia ke ruangan saya.” arah Mike. Kemudian dia langsung berlalu menuju ruangannya. Team divisi pemasaran dibuat heran dan cemas. Mereka saling tatap dan menggeleng. Apa yang terjadi, sehingga manager mereka tampak marah? perempuan tadi menghela napas pasrah, matanya di arahkan ke ruangan direktur pemasaran yang berbatasan dengan kaca, dimana atasannya itu tampak sedang berbincang dengan dua orang. Tidak lama, tampak Tania sudah mengakhiri perbicangan. Mereka berdiri dan bersalaman. Tania juga ikut mengantarkan 2 orang

