“Seriusan kamu di rumah sakit? jangan becanda ya kamu, Ishaq.” Tanya Meysha rada khawatir. Di saat bersamaan matanya juga teliti memperhatikan tombol lift, lalu tombol lantai dasar langsung di tekan. Dia krasak-krusuk sendiri di dalam lift itu. Napasnya juga sedikit ter-engah. “Iih, ngapain juga becanda. Aku seriusan. Eh, tapi tunggu sebentar. Apa kamu baik-baik aja, Esha?” tanya Ishaq tatkala mendengar dera napas Meysha yang tidak beraturan itu. “Not okey. Tadi aku salah lantai tahu tidak. Niat hati mau ke lantai dasar, tapi entah kenapa malah ikut keluar saat ada orang yang keluar di lantai 8 ini.” jelas Meysha dengan kesal. Ishaq hampir saja melepaskan tawa, tapi tidak jadi karena sadar dimana dia berada sekarang. Dia menoleh pada orang-orang yang duduk di sebelahnya. Sedikit angguk

