“Ya ampun… maaf kan saya dokter Karin. Ya Allah… kenapa bisa begini sih?” ujar Tania. Dia cepat bangkit dan mencoba membersihkan gaun Karin yang basah itu dengan telapak tangannya. Gaun Karin berwarna cream itu mencetak bercak merah karena minuman Tania. Karin tersenyum lembut, “Ah, tidak apa-apa. Ini hanya sedikit.” Ujar Karin yang ikut mengusap bajunya, “Mbak, tolong bantu bereskan gelas yang pecah itu. Saya bisa pergi sendiri.” lanjut Karin menoleh bersama pelayan yang bersamanya tadi. “Baik, Nona.” Pelayan itu langsung membereskan pecahan gelas yang berserakan di lantai. Tania terdiam karena ini tidak sesuai dengan rencananya. Kenapa Karin begitu tenang? “Hei…” Karin mengibaskan tangan di depan wajah Tania yang melamun. “Ah, iya.” Cepat Tania tersentak dan menoleh pada Karin, “Ak

