“Hei Esha… rindu tidak sama saya?” ujar Karin lembut. Langkah kakinya pelan mendekati sosok di sudut itu. “Esha….” Suara Karin lebih lembut ketika sampai. Sosok tubuh itu masih tidak bergerak sama sekali. “Hmm… okey, kalau kamu tidak mau melihat saya.” Karin berjalan menuju saklar lampu. “Jangan hidupkan.” Cegat suara kecil nan manis. Karin menghentikan langkah seraya mengambang senyum. Ya, pemilik kamar ini memang tidak menyukai cahaya lampu yang begitu terang. Karin kembali berbalik badan menghadap sosok itu. “Kalau Esha tidak mau saya nyalakan lampu… ayok sini.” bujuk Karin sambil mengulurkan tangannya. Perlahan sosok itu meyambut uluran tangan Karin. Dia berdiri. Seorang gadis kecil. Karin tersenyum, lalu dia berjongkok untuk menyamai tinggi gadis kecil itu. “Esha mau buku bar

