Kynnan masih berada di ruang gym saat Elena selesai mandi. Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam, tandanya Kynnan sudah berada disana selama dua jam. Elena memilih untuk menghampiri Kynnan karena tidak biasanya ia berolahraga sampai selama ini. Pintu ruang gym tidak tertutup rapat, Elena bisa melihat kalau Kynnan sedang duduk di lantai sembari meluruskan kakinya dan ponsel yang sedang ditelinganya. Sepertinya urusan pekerjaan yang tidak bisa ia tinggalkan sehingga harus menerima panggilan sebelum membersihkan diri sehabis olahraga. Elena mengambil segelas air untuk ia berikan pada Kynnan, namun langkahnya terhenti diambang pintu saat ia mendengar pembicaraan Kynnan. “Acara amal? Apa akan digelar lelang barang lagi seperti tahun lalu?” Kynnan terlihat menggeleng keras. “Minggu depan

