13

1779 Kata

Kynnan masih terjaga meski malam sudah hampir berakhir. Elena yang berada disebelahnya masih memejamkan mata dengan senyum yang terukir diwajahnya, membuat Kynna ikut tersenyum melihatnya. Entah apa yang sedang berada didalam mimpi Elena hingga ia tersenyum seperti itu. Perlahan Kynnan membuka selimutnya dan pergi dari tempat tidur. Sengaja Kynnan tidak emnghidupkan lampu apartemen meski ia sekarang sedang duduk disofa ruang tamu. Ia menyandarkan kepalanya di sandaran sofa, dan memejamkan matanya. Ia benar-benar ingin membuat Elena bahagia, namun Kynnan merasa tidak pernah membahagiakannya. “Kynnan,” Suara Elena sontak membuat Kynnan membuka mata dan memandangnya. “E,” kata Kynnan seraya bangkit menghampiri Elena. “Kenapa kau bangun?” “Harusnya aku yang bertanya padamu,” kata Elena.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN