Hari pertama Kynnan menjalani sesi terapi diwarnai adu mulut antara dirinya dan Elena. Kynnan yang bersikeras untuk pergi terapi bersama Taylor ditentang Elena yang juga bersikeras ingin menemani Kynnan. Elena terus mendorong kursi roda Kynnan tanpa mempedulikan Kynnan yang terus protes terhadap dirinya. “Tutup mulutmu atau kusiram kau dengan air infus.” Kata Elena yang sudah mulai sebal mendengar Kynnan. “Aku tidak peduli,” jawabnya. “Lagipula aku tahu kau tidak akan melakukannya meski ingin.” Kynnan tahu benar titik kelemahan Elena, ia tidak akan melakukan apapun yang akan membuat orang lain menderita. Kali ini Elena yang diam, berharap agar Kynnan juga ikut menutup mulutnya. Saat masuk ke ruang terapi, mereka disambut oleh dua orang terapis disana. Ruang terapi ini terbilang cukup

