Hari Bahagia

1383 Kata

Rama membaca tulisan yang tertera di layar ponsel Erwin. Dahinya mengernyit. [Halo, Mas. Apa kabar? Aku mau berterima kasih, kemarin kamu sudah mau mengantarku ke rumah sakit.] “Oh, hanya ini,” cetus Rama. Rama mengembalikan ponsel itu kepada Erwin. “Saranku, Er. Kalau sudah menikah, lebih baik pesan-pesan dari wanita manapun cepat-cepat kamu hapus,” ujar Rama. “Walaupun isinya hanya begini?” tanya Erwin heran. Sorot matanya memancarkan rasa tak percaya. “Seremeh apapun isi pesannya, segera hapus. Kamu belum tahu saja rasanya kalau istri sedang cemburu,” saran Rama. Erwin manggut-manggut. “Makasih masukanmu, Ram. Baru tahu aku soal itu,” balas Erwin. Namun baru saja mengatakan hal itu, jari-jemarinya sudah lincah membalas pesan Devi. [Sama-sama, Dev. Aku tunggu kehadiranmu da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN