"Puas kamu? Puas kamu sudah bikin Ibu meninggal?!" Selepas Ibu dimakamkan dan suasana rumah duka sudah mulai sepi, Mayang yang masih berpakaian serba hitam dengan mata sembap, mencengkeram kuat lengan Mila. Wanita yang tetap tampil modis bahkan di acara duka sekalipun. "Kamu ngomong apa, sih, May? Aku nggak ngerti, deh." Mila menepis kasar cengkraman tangan Mayang dan lantas menjatuhkan bobotnya di kursi plastik teras rumah. "Nggak usah belaga bego, deh. Aku sudah tau semua kebusukanmu, Mila." Mayang mencebik bibir dengan mata melotot tajam. Membuat Mila terkesiap. "Permainanmu sudah berakhir, Mila!" tambah Mayang dengan menunjukkan wajah bengisnya. Membuat nyali Mila ciut. Dengan bibir yang terlihat bergetar, wajah wanita cantik itu terlihat pucat sekarang. "Permainan apa yang kamu ma

