Balasan Mas Arkan

1135 Kata

Cerai? Benarkah aku siap menjalani hal itu untuk yang kedua kali? Benarkah aku telah siap mental jika ada yang mengatai diriku wanita yang suka kawin-cerai? Kepalaku mendadak berdenyut nyeri membayangkan gunjingan tetangga sekitar rumah Bapak seandainya aku jadi benar-benar berpisah dengan Mas Arkan. Ah, kenapa sekarang aku justru meragu? Kenapa aku justru tak siap setelah Mas Arkan menunjukkan kesiapan berpisah? Kenapa? Tanpa terasa, isakanku semakin jelas ketika bayang perpisahan dengan lelaki bergelar suami berkelebat di kepala. Rasa sesak dalam d**a perlahan datang menghimpit tanpa diminta. Ya Allah, sanggupkah aku menghadapi sesuatu yang pahit itu untuk kali kedua? "Hentikan tangisanmu, Listi. Karena sebentar lagi, kebebasan itu bakal segera kau dapatkan," kata Mas Arkan penuh ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN