Menjadi istri seorang dokter membuatku menjalani kehamilan dalam nuansa yang berbeda dari sebelumnya. Kesehatan ibu dan calon bayi menjadi fokus utama suamiku. Semenjak mengetahui tentang kehamilanku, Mas Arkan mencoba meringankan beban dengan menyewa pengasuh untuk mengurus Dani dan Riana. Termasuk antar-jemput Riana yang mulai mengaji iqra di musholla perumahan ini. Aku memang mengalami mual muntah parah di awal kehamilan sehingga peran pengasuh amat membantu. "Sayang, kalau makanan susah masuk. Minimal kamu minum s**u, dong." Mas Arkan yang baru pulang kerja malam, memaksaku meminum s**u pendamping ibu hamil buatannya pagi ini. "Ah … nggak selera, Mas." Aku menyahut ucapan suamiku dengan ekspresi malas. Karena rasanya, tak ada hal yang lebih menyenangkan dari bermalas-malasan di ran

