“Bu ini ada titipan dari Mbak Nayyara.” Art Mbak Enggar menyerahkan amplop putih. “Kapan Nayyara ke sini, kok nggak ketemu saya dulu?” ucap Mbak Enggar sambil membuka amplop yang ternyata berisi surat dan kunci rumah Nayyara. Assalamualaikum Mbak maaf kalau aku pamitnya dengan cara begini. Untuk sementara aku menetap di luar kota karena dapat kerjaan di sana. Nitip rumah ya, Mbak. minta tolong bibi untuk bersihin seminggu sekalin saja, nanti aku transfer untuk upahnya. Siapa tahu Mas Angga pulang jadi rumah tetap dalam keadaan terawat. Sekali lagi maaf sudah merepotkan Mbak Enggar, terima kasih untuk semuanya selama ini. Waalaikumsalam. Nay sayang Mbak Enggar. “Kamu ada apa’sih Nay jadi aneh begini? Pergi tiba-tiba tanpa pamit. Bukannya masih kerja di kemuning?” gerutu Mbak Enggar set

