"Sialan!" El membanting stir mobil. Seharusnya hal semacam ini tidak boleh terjadi. Zahra tidak seharusnya hamil. Dia akan semakin susah lepas dengan wanita itu. "Aahhrr!!" "Benar-benar, sial!" El menyalakan mobil. Dia melaju mencari minimarket terdekat. Dia sampai. Dia tergesa-gesa masuk kedalam. Dia membeli tespack, hanya itu lalu kembali ke mobil. Di melaju. Sampai rumah dia langsung ke kamar menemui Zahra. Tidak mengetuk pintu lagi atau mengucapkan salam, dia langsung saja menyelonong masuk ke kamar. Di dalam dia mendapati putranya yang sedang mengobrol dengan Zahra. Kedua orang itu sama-sama menoleh melihat kedatangannya. "Keluar," pinta El pada anak itu. "Tapi ak--" "Keluar saya bilang!!" "Zidan, kamu keluar dulu ya. Papah dan bunda mau bicara. Kamu pergi main aja ya, Nak."

