
bagian 1
Nasya berusaha bangkit dari tempat duduknya, setelah beberapa saat dia di paksa duduk oleh kekasihnya. Natan bahkan tak meliriknya sama sekali , padahal Natan lah yang bersalah atas semua masalah ini. Nasya berpacaran dengan Natan sudah menjelang tiga tahun , saat mereka masih di bangku SMP , walaupun saat itu mungkin masih di sebut cinta monyet. dua Minggu lalu tepatnya di kota K, Nasya ingin memberi kejutan pada Natan nun siapa sangka Nasya menemukannya sedang bersama dengan wanita lain, tapi karena mereka telah berjanji untuk saling percaya dan tidak berburuk sangka maka Nasya berpura2 untuk tidak langsung emosional dan banyak tanya.
Nasya mungkin tidak akan salah berfikir jika dia menemukan mereka hanya duduk berdua, namun yang membuat Nasya bingung adalah ketika dia bersama mantan, Natan tak pernah sampai seceria itu padanya, namun pada perempuan itu dia bahkan tersenyum sembari tertawa kecil . itu menunjukkan bahwa dia sangat bahagia, setiap minggu pagi biasanya Nasya selalu jogging dengan mengajak Natan tau kadang Natan yang memanggilnya untuk jogging bersama, entah karena hadirnya wanita misterius itu atau karena lupa hampir setiap minggu Natan sudah tidak memanggilnya untuk jogging bersama.
Della " panggil Natan pada wanita itu, sepertinya wanita itu tak jauh beda usianya dengan Nasya namun perawakannya dan dia juga jauh lebih cantik dari Nasya, " iya" jawab Della dengan nada lembut " kamu kok ngk tungguin aku sih , " dari Yadi loh aku manggil ? kata Natan ," " ah" iyakah? " maaf aku mungkin ngk dengar" maaf ya, Della menjawab tanpa merubah nada dia berbicara.
Nasya melihat mereka dari balik phon,dia merasa sedikit cemburu tapi dia sudah berjanji untuk percaya pada Natan, "ah mungkin wanita itu adalah tetangga barunya! " atau mungkin saudaranya dari kampung? batin Nasya . karena penasaran dia berjalan ke arah mereka berdua, " hai" Natan , sapa Nasya dan pandangannya juga hanya tertuju pada Natan. Natan menoleh pada Nasya dan raut wajahnya sedikit berubah seolah Nasya lah yang menjadi orang ketiga. " loh kok kamu di sini? tanya Natan " kenapa kamu ngk manggil aku"? tanya Nasya " aku lupa dan kebetulan aku ngk kearah rumah kamu," malas kalau tiap Minggu harus manggil kamu, " kamu harus dewasa dong mulai sekarang " Natan sedikit menaikan nada bicaranya pada nasya. " oke" jawab Nasya singkat .mungkin karena Nasya orangnya agak polos maka dia tidak terlalu perduli dengan nada bicara Natan, " ini pacar kamu? tanya Della pada Natan , " teman dekat dek, kata Natan, Nasya"..."
" oh" Della sepertinya agak senang mendengarnya, " loh kita kan sudah pacaran selama tiga tahun? " mengapa malah ngomong kalau kita cuman teman dekat ? cetus Nasya, " " kamu jangan gitu dong Natan , kalau memang pacar kamu mengapa harus bohong? kata Della pada Natan. " ah sudahlah aku mau lanjut joging lagi" , kata Natan sambil beranjak dari tempat dudunya.
karena ini masih pagi jadi Nasya pun tak ingin berdebat, jadi mereka joging bertiga .
Natan tak terlalu banyak bicara karena mungkin dia sedang kesal pada Nasya ,karena menjadi pengganggu saat itu.

