AKU TERPAKSA MENIKAH MUDADiperbarui pada Jul 11, 2022, 00:36
"bagaimana saksi, sah"? tanya imam pada seluruh orang-orang yang hadir di acara pernikahan ku, " sah" kata para tamu semuanya.
bagian 1
tanya, wanita malang yang harus menikah muda karena keterbatasan ekonomi, ayahnya bekerja sebagai tukang kayu, tetapi pekerjaan itu tidak menetap, karena saat dia merasakan sakit pada pinggangnya maka dia akan berhenti sesaat untuk beberapa hari.
ibunya hanya bekerja sebagai tukang cuci panggilan, biasanya dia akan di panggil oleh tetangganya atau orang kaya , jika selesai mencuci maka dia akan di upah empat puluh ribu untuk satu kali cuci.
Tanya terpaksa menerima lamaran seorang pemuda dari kampung seberang, kampung itu tidak jauh dari kampung tanya , hanya butuh tiga jam perjalanan maka akan sampai .
tanya memiliki satu kakak lelaki dan dia adiknya perempuan, dia adalah anak ke dua dari empat bersaudara .
saat itu umurnya baru memasuki usia delapan belas tahun, dan harus menikah muda. bukan karena di paksa orang tuanya namun begitulah adat di kampung tanya , jika seorang anak gadis sudah memasuki usia 17 tahun dan sudah tidak menempuh pendidikan , maka harus menikah muda jika tidak dia harus bekerja menjadi Art atau sebagainya agar bisa menghidupi diri sendiri, atau bisa membeli apa yang menjadi kesukaannya.
kakaknya merantau sudah 3 tahun ,dan sama sekali tak perduli dengan adik-adiknya, untuk perduli pada orang tuanya saja dia bahkan hampir merasa bahwa dia sudah yatim piatu, benar-benar kacang lupa kulitnya.
adiknya baru berusia 14 tahun dan 13 tahun, ya mereka saat itu sangat risih umur beberapa bulan saja, karena ibu tanya orang yang memiliki kandungan subur, Tanya terpaksa menikah mengingat orang tuanya sudah berusia lanjut dan harus membiayai adiknya yang masih bersekolah, dia juga menyukai pria yang kini menjadi suaminya itu, Ardi nama suami Tanya mereka terpaut 10 tahun , suaminya berusia 28 tahun dan tanya 18 tahun.
tanya awalnya agak sedikit risih, karena suaminya sedikit berumur dari dirinya namun dia harus terbiasa dengan itu.
" oke,, kalian telah menjadi sepasang suami istri saat ini dan nanti" kata imam yang menikahkan mereka, tanya sangat cantik dengan pakaian seadanya, dan Ardi juga sangat tampan walaupun dia tidak memiliki kulit yang putih. para tamu dan keluarga mereka sangat bahagia saat itu karena mereka juga sangat menyayangi Tanya, keluarga Ardi juga terlihat sangat ramah dan baik, mereka terlihat dari keluarga berada semuanya. berbeda dengan keluarga Tanya yang sederhana apa adanya.
setelah selai acara pernikahan, Tanya membantu di dapur membereskan piring dan gelas kotor yang di gunakan di acara pernikahannya, dia sangat berhati-hati karena sudah di peringatkan oleh ibunya , peralatan itu kebanyakan mereka meminjam pada tetangganya, maklum mereka tidak mungkin punya sebanyak itu atau tidak mungkin untuk menyewa karena uangnya sangatlah pas-pasan untuk acara pernikahannya,. " mas, bisa tolong bantu aku mengangkat keranjang ini"? kata tanya pada suaminya. "oh... biar aku yang mengangkatnya ,dan tolong jangan panggil aku mas panggil namaku saja Ardi." jawab Ardi dengan senyumannya yang menawan,
"em.. iya mas.. eh iya Ardi."! tanya agak sedikit canggu karena dia biasanya memanggilnya mas, saat mereka pertama bertemu dan saat acara lamaran.